Senin, 14 November 2011

Tata Cara Menikmati Makanan yang Baik

Sang Hyang Siwa Tiga (Siwa, Sada Siwa, Prama Siwa), Sang Hyang Kanda yang mencetuskan Hukum Dunia, antara lain hukum yang berlaku pada manusia.Arti dari manusia (manusa) adalah manu berarti manah (kemauan=nafsu). Sa berarti tunggal atau satu, yakni penyatuan antara manusia dengan dewata. Itulah yang disimbulkan dengan : Padmasari, yang menjadikan intisari makanan dan minuman. Itu pula yang disebut dengan gelar : Betara Guru, yang menjadi guru manusia di dunia ini.
Bila anda menikmati makanan (nasi) sambil duduk serta menghadap ke timur, disebut menikmati makanan kehidupan (amerta). Maka anda tak akan terkena musibah, kesengsaraan serta jenis bencana lainnya. Anda akan tampak ceria selamanya. Selanjutnya, usai makan jangan segera basuh tangan, apalagi membasuh tangan dengan menuangkan air basuhan tangan itu ke tempat nasi tadinya. Yang betul adalah usapkan dahulu tangan kedua telapak kaki anda barulah anda boleh membasuh tangan setelah itu.
Beberapa hal tata cara menikmati makanan yang tidak boleh anda lakukan :
  1. Makan nasi sambil berjalan, itu disebut nyeret. Itu perilaku menikmati makanan yang jelek. Tak baik bila dilakukan.
  2. Makan sambil melakukan suatu pekerjaan/kegiatan, disebut dengan ngleklek. Amat jelek, tak baik dilakukan.
  3. Makan sambil duduk dengan kaki membujur terlilit ke depan, disebut nugtih. Juga terbilang jelek.
  4. Makan sambil jongkok, disebut ngloglog. Sangat jelek, tidak baik dilakukan.
  5. Makan sambil berdiri, disebut leler. Sama sekali tidak boleh dilakukan.
  6. Makan nasi sambil menghadap ke barat, disebut memantet. Sangat jelek. Tak baik dilakukan.
  7. Makan nasi menghadap ke selatan. Disebut nidik. Hal itu sangat jelek. Tidak baik dilakukan.
  8. Makan nasi sambil tidur. Itu disebut ngamah. Amat jelek.
  9. Makan nasi mengambil dengan mulut (menjilat), disebut mlokpok. Sangat jelek.
  10. Bila makan sesuatu makanan memakai sidu (sendok dari dedaunan), disebut nyier. Sangat jelek. Bila dedaunan itu dicabik dengan mulut, maka itu tidak akan menimbulkan masalah apalagi bencana.
  11. Bila makan nasi sambil duduk dengan lutut berdiri (bukan bersila), disebut dengan nyilapin. Amat jelek. Tidak boleh dilakukan. 
Kesimpulannya, apabila anjuran serta larangan tersebut diatas bila dilanggar atau tidak dilaksanakan .tidak tertutup kemungkinan anda akan mendapat kesulitan. Seumur hidup anda segala jenis makanan itu mendatangkan masalah. Karena kodrat manusia selain memperoleh kebahagiaan, juga tiada luput dari kesulitan dan penderitaan, terutama penderitaan bathin.


SUMBER : Buku "Tutur Lebur Gangsa"
Oleh : Wayan Budha Gautama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar