Bila anda menikmati makanan (nasi) sambil duduk serta menghadap ke timur, disebut menikmati makanan kehidupan (amerta). Maka anda tak akan terkena musibah, kesengsaraan serta jenis bencana lainnya. Anda akan tampak ceria selamanya. Selanjutnya, usai makan jangan segera basuh tangan, apalagi membasuh tangan dengan menuangkan air basuhan tangan itu ke tempat nasi tadinya. Yang betul adalah usapkan dahulu tangan kedua telapak kaki anda barulah anda boleh membasuh tangan setelah itu.
Beberapa hal tata cara menikmati makanan yang tidak boleh anda lakukan :
- Makan nasi sambil berjalan, itu disebut nyeret. Itu perilaku menikmati makanan yang jelek. Tak baik bila dilakukan.
- Makan sambil melakukan suatu pekerjaan/kegiatan, disebut dengan ngleklek. Amat jelek, tak baik dilakukan.
- Makan sambil duduk dengan kaki membujur terlilit ke depan, disebut nugtih. Juga terbilang jelek.
- Makan sambil jongkok, disebut ngloglog. Sangat jelek, tidak baik dilakukan.
- Makan sambil berdiri, disebut leler. Sama sekali tidak boleh dilakukan.
- Makan nasi sambil menghadap ke barat, disebut memantet. Sangat jelek. Tak baik dilakukan.
- Makan nasi menghadap ke selatan. Disebut nidik. Hal itu sangat jelek. Tidak baik dilakukan.
- Makan nasi sambil tidur. Itu disebut ngamah. Amat jelek.
- Makan nasi mengambil dengan mulut (menjilat), disebut mlokpok. Sangat jelek.
- Bila makan sesuatu makanan memakai sidu (sendok dari dedaunan), disebut nyier. Sangat jelek. Bila dedaunan itu dicabik dengan mulut, maka itu tidak akan menimbulkan masalah apalagi bencana.
- Bila makan nasi sambil duduk dengan lutut berdiri (bukan bersila), disebut dengan nyilapin. Amat jelek. Tidak boleh dilakukan.
SUMBER : Buku "Tutur Lebur Gangsa"
Oleh : Wayan Budha Gautama